Bendungan Babatan Direhab, Petani Diimbau Tanam Jale

MC. KOMINFO, Kec. Seginim, Petani di Kecamatan Seginim diminta untuk menanam Jagung dan Kedela (Jale) di lahan persawahan mereka selama 8 bulan mendatang. Hal itu lantaran adanya perbaikan bendungan Desa Batab Kecamatan Seginim, mulai April ini.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Ir. Sukarni, mengatakan peralihan komoditi tanaman bukan untuk alih fungsi lahan. “Tapi pemanfaatan lahan sebelum kembali dapat ditanami padi,” terang Sukarni saat memantau proses pengerjaan rehabilitasi bendungan Desa Babatan, Rabu (5/4).

Disebutkan Sukarni, lahan terdampak rehab bendungan mencapai 150 hektar dari 300 hektar lahan pertanian di Kecamatan Seginim. Diperkirakan pengerjaan rehab akan berlangsung hingga November 2018.

“Selama proses perbaikan rehab (bendungan), petani akan beralih menanam jagung dan kedele. Itu juga masuk program pertanian untuk ketahanan pangan nasional. Jadi tidak ada yang dialihfungsikan, itu masih tetap program pertanian,” tegas Sukarni.

Diharapkan perbaikan bendungan dapat memenuhi kebutuhan air persawahan di Kecamatan Seginim. Dengan irigasi, petani dapat bercocok tanam lebih efektif dibanding tadah hujan.

“Jika tadah hujan, petani akan bergantung dengan musim untuk bercocok tanam. Namun dengan irigasi, tentu petani dapat bercocok tanam dengan lebih teratur karena kebutuhan air akan terpenuhi,” demikian Sukarni. (Jurnalis, Mc. Kominfo)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *