Harga Beli Tengkulak Lebih Tinggi Dari HPP

Foto, Republika.Co.id

MC. KOMINFO. B/S. Tingginya harga beli gabah para tengkulak membuat Perum Bulog kesulitan memenuhi target serapan beras dari petani. Para tengkulak membeli gabah dari petani di kisaran Rp 4.600 per kilogram.
Harga yang ditawarkan para tengkulak tersebut jauh lebih tinggi daripada Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah, ditetapkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 3.700 per kilogram dan di tingkat penggilingan Rp 3.750 per kilogram. Sementara harga beli beras ke petani Rp 7.300 per kilogram.
Artinya selisih HPP dengan harga beli para tengkulak berkisar Rp 900 per kilogram. Hal itu membuat para petani lebih memilih menjual gabahnya kepada para tengkulak.
“Akibatnya serapan gabah petani ke Bulog sangat minim. Tahun ini saja kami baru menyerap 300 ton dari Januari hingga akhir Juli. Padahal target sebanyak seribu ton,” kata Kepala Gudang Bulog BS, Yulfadri.
Dia mengakui beberapa waktu lalu Bulog sempat mengalami kekosongan stok beras setelah stok yang ada dibagikan kepada penerima beras sejahtera (rastra). “Tapi kekosongan tidak lama karena langsung diisi dari Bulog Bengkulu,” ujar Yulfadri.
Saat ini, sambungnya, stok beras yang ada di gudang Bulog hanya 400 ton. Dalam waktu dekat rencananya akan ada penambahan stok beras 500 ton dari Bulog Bengkulu. “Stok tersebut untuk penyaluran rastra 3 bulan kedepan,” bebernya.
Lebih lanjut, Yulfadri menjelaskan perubahan aturan penyerapan gabah dan beras dari petani diharapkan dapat meningkatkan serapan beras dan gabah. Sebelumnya, butir patah harus mencapai 20 persen dan kadar air harus 25 persen. Sementara aturan baru butir patah bisa 25 persen dan kadar air bisa 30 persen.
“Kami gencar sosialisasi ke petani dibantu Babinsa Kodim 0408. Itu agar petani menjual beras ke Bulog,” demikian Yulfadri. (ali. Mc. Kominfo)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *