Dinas Kesehatan Fokus Atasi MR dan Stunting

MC. KOMINFO. Ada tiga isu besar bidang kesehatan yang masih menjadi program strategis nasional Kemenkes RI. Yakni eliminasi TBC, Measles Rubella (MR) campak dan eliminasi Stunting (umur sama tetapi tinggi badan berbeda). Untuk penuntasan permasalahan kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan terus berupaya agar semua pihak terlibat aktif dalam upaya mengeliminasi kedua jenis penyakit tersebut.
Apalagi Agustus mendatang, akan dilakukan pemberian vaksin MR secara serentak di Bengkulu Selatan untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Bengkulu Selatan dinyatakan belum bebas penyakit MR campak. Untuk itu, demi menyukseskan program pemerintah bebas MR campak 2020, harus terus dilakukan sosialisasi dan kampanye di tengah masyarakat.
“Pemerintah sudah menargetkan 2020 bebas MR. Untuk itu kami berharap program pemberian vaksin serentak Agustus mendatang supaya didukung penuh seluruh elemen masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M. Redhwan Arief dalam kata sambutannya pada kegiatan coffe morning di kantor Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Selasa (15/5).
Redhwan mengatakan selain MR, pihaknya terus mengampanyekan eliminasi stunting. Data Kemenkes Bengkulu Selatan, tercatat 30 persen warga Bengkulu Selatan menderita stunting atau urutan ketiga di Provinsi Bengkulu, di atas Kaur. Persoalan stunting faktor utamanya disebabkan gizi kurang bagus, terutama saat ibu hamil.
Pentingnya pemahaman terhadap ibu hamil dan orang tua yang punya balita untuk terus meningkatkan kualitas makanan yang bergizi dengan asupan sempurna. “Selama ini masih banyak anggaran makan ikan dan makan makanan bergizi justru menyebabkan muncul penyakit cacingan dan lainya, padahal anggapan itu keliru dan perlu diluruskan agar dapat dilakukan pemberian gizi yang berimbang guna mencegah stunting,” pesan Redhwan.
Sementara itu, Bupati H. Dirwan Mahmud dalam arahannya mengimbau Camat, Kepala Puskemas, Kades dan Lurah, Ketua RT serta Kader Posyandu proaktif mengampanyekan pencegahan MR campak dan stunting ini. “Saya mengimbau elemen masyarakat agar jangan sampai ada penolakan pemberian vaksinasi,” pungkas Dirwan.
Kegiatan coffe morning dibuka secara resmi oleh Bupati didampingi Unsur FKPD BS. Juga dihadiri Wabup Gusnan Mulyadi, Penjabat Sekkab, Ir. H. Nurmansyah Samid, Kepala Dinkes BS, M. Redhwan Arief, S.Sos MPh, serta pejabat jajaran Dinkes BS dan Kepala Puskemas.
Kegiatan juga diikuti para Kades dan Kader Posyandu serta perwakilan ibu hamil. Selain sosialisasi mengenai MR dan Stunting, coffe morning juga disertai talk show dengan menghadirkan pembicara dari Dinkes Provinsi Bengkulu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lisyentri Bahar, SKM, MPPM dan dokter spesialis anak, dr. Erni Desmita, Sp.A. (ali.MC KOMINFO)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *