Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2017

MC.KOMINFO B/S. Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2017, Jumat (22/6). Penyampaian dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Yunizar Hasan, M.AP di hadapan Anggota DPRD Bengkulu Selatan.

Dalam laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2017 yang disampaikan, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan terdapat 10 item sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yakni Pajak Hotel terealisasi 82,26 persen, Pajak Reklame 66,04 persen, Pajak Sarang Burung Walet 37,36 persen, Pajak Bumi dan Bangunan 91,88 persen, Retribusi Pelayanan Pasar 75,78 persen, Retribusi Parkir 66,74 persen, Retribusi Rumah Potong Hewan 98,00 persen, Retribusi IMB 59,37 persen, Retribusi Izin Perikanan 97,50 persen dan Retribusi Balai Benih 20,18 persen.

“Meski beberapa sektor penyumbang PAD belum mencapai target, beberapa sektor penyumbang PAD justru surplus atau over target. Di antaranya Pajak Restroran, Pajak Penerangan Jalan dan Retribusi Pelayanan Kesehatan,” terang Yunizar saat membacakan kata sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, secara tertulis.

Dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2017 itu, total pendapatan sebesar Rp 979,37 miliar. Tapi pada tahun anggaran terealisasi Rp 945,26 miliar atau 96,31 persen. Sedangkan belanja pada APBD 2017 sebesar Rp 812,80 miliar. Pada akhir tahun anggaran terealisasi Rp 747,59 miliar atau 91,98 persen. Dengan rincian belanja operasi Rp 619,50 miliar, belanja modal Rp 129,09 miliar dan belanja tidak terduga Rp 0.

Dengan laporan tersebut, dapat digambarkan kondisi keuangan APBD BS tahun 2017. Total pendapatan Rp 979,39 miliar terealisasi 943,26 miliar. Belanja Rp 812,80 miliar terealisasi Rp 747,59 miliar. Total transfer Rp 170,84 miliar terealisasi Rp 170,81 miliar. Defisit Rp 4,254 miliar menjadi Rp 24,85 miliar. Penerimaan pembiayaan Rp 4,254 miliar terealisasi Rp 3,623 miliar, pengeluaran pembiayaan Rp 0. Neto pembiayaan Rp 4,254 miliar terealisasi Rp 3,623 miliar. Kondisi sisa lebih pembiayaan tahun berjalan anggaran Rp 0 dan realisasi Rp 28,474 miliar.

“Secara garis besar begitulah gambaran umum penyelenggaraan pemerintahan tahun 2017. Memang masih banyak yang perlu diperbaiki. Selanjutnya diharapkan kepada DPRD dapat membahas ini dan ditetapkan menjadi Perda,” tutup Yunizar.

Sabtu (23/6) akan kembali dilaksanakan rapat paripurna dengan agenda pandangan umum Fraksi DPRD Bengkulu Selatan terhadap laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2017. “Besok (Sabtu) dilanjutkan paripurna Pandangan Umum Fraksi. Disitu masing-masing Fraksi akan menyampaikan masukan, kritik dan saran kepada pemerintahan,” demikian Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto. (ali.MC KOMINFO)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *